Lewati ke konten
Kegiatan

MIO Gelar Pelatihan Cek Fakta bagi 40 Jurnalis Media Anggota

MIO Indonesia menggelar pelatihan cek fakta bagi 40 jurnalis dari sepuluh media anggota untuk memperkuat kemampuan memverifikasi informasi viral, foto, dan video sebelum diberitakan kepada pembaca.

Yoga PratamaSabtu, 24 Oktober 2026 · 16:00 WIB2 menit baca
Peserta pelatihan cek fakta MIO berlatih menelusuri sumber gambar di Surabaya.
Peserta pelatihan cek fakta MIO berlatih menelusuri sumber gambar di Surabaya. (Dok. MIO)

Pelatihan berlangsung secara hibrida pada Sabtu (24/10/2026), dengan peserta tatap muka berkumpul di Surabaya dan peserta lain mengikuti dari daerah masing-masing. Warta Timur menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.

Ketua Umum MIO, Rahmat Hidayat, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari program penguatan kualitas berita media anggota. Menurutnya, kecepatan tidak boleh mengalahkan ketepatan.

"Media lokal sering menjadi rujukan pertama warga ketika ada kabar yang beredar. Karena itu, kemampuan memeriksa fakta harus dimiliki setiap redaksi," ujar Rahmat.

Praktik Langsung

Peserta mempelajari teknik penelusuran gambar terbalik, pemeriksaan metadata, pencarian arsip, hingga cara menulis artikel klarifikasi yang mudah dipahami. Materi dibawakan oleh pelatih cek fakta Lestari Wulandari.

"Hoaks paling sering datang dalam bentuk foto lama dengan keterangan baru. Dengan alat sederhana, jurnalis bisa membongkarnya dalam hitungan menit," kata Lestari.

Dalam sesi praktik, peserta dibagi menjadi kelompok kecil dan diminta memeriksa sejumlah contoh unggahan yang sengaja disiapkan panitia. Setiap kelompok kemudian mempresentasikan langkah verifikasi yang mereka tempuh.

Rekaman materi pembuka pelatihan dapat disimak melalui video berikut.

Pemimpin Redaksi Warta Timur, Hendro Wicaksono, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap pelatihan serupa digelar rutin dan diperluas untuk jurnalis muda.

"Materinya sangat praktis. Besok pagi sudah bisa langsung dipakai di ruang redaksi," ucap Hendro.

Selain teknik verifikasi, peserta juga membahas cara menyusun alur kerja cek fakta di redaksi kecil yang hanya memiliki beberapa jurnalis. Lestari menyarankan setiap redaksi menunjuk satu orang penanggung jawab verifikasi pada setiap giliran kerja.

Seluruh peserta yang menyelesaikan rangkaian pelatihan menerima sertifikat. Materi dan daftar alat yang digunakan selama pelatihan juga dibagikan agar dapat dipelajari ulang di redaksi masing-masing.

MIO berencana membuka angkatan kedua pada awal 2027. Informasi pendaftaran akan diumumkan melalui kanal Pengumuman, termasuk kuota peserta bagi media anggota yang baru bergabung.