Lewati ke konten
Kegiatan

Rapat Kerja Pertama MIO Tetapkan Lima Program Prioritas 2027

MIO Indonesia menggelar rapat kerja pertama yang dihadiri pengurus dan perwakilan media anggota, menghasilkan lima program prioritas untuk 2027, mulai dari perluasan jejaring hingga penguatan etika pemberitaan.

Redaksi MIOSelasa, 8 September 2026 · 19:00 WIB2 menit baca
Pengurus dan perwakilan media anggota mengikuti rapat kerja pertama MIO di Jakarta.
Pengurus dan perwakilan media anggota mengikuti rapat kerja pertama MIO di Jakarta. (Dok. MIO)

Rapat kerja berlangsung pada Selasa (8/9/2026) di Jakarta. Kegiatan dibuka oleh Ketua Umum MIO, Rahmat Hidayat, dan diikuti sekitar 30 peserta, baik secara langsung maupun daring.

"Rapat ini bukan sekadar menyusun rencana di atas kertas. Setiap program harus punya penanggung jawab dan ukuran keberhasilan yang jelas," ujar Rahmat.

Lima program yang disepakati adalah perluasan media anggota ke seluruh provinsi, pelatihan rutin bagi jurnalis, penerapan pedoman pemberitaan media siber, pengembangan skema bagi hasil, dan kemitraan dengan lembaga pendidikan.

Ukuran Keberhasilan

Sekretaris Jenderal MIO, Ratna Kusumawardani, menjelaskan bahwa setiap program akan dievaluasi setiap tiga bulan. Hasil evaluasi akan disampaikan secara terbuka kepada media anggota.

"Kami ingin media anggota ikut mengawasi. Kalau ada program yang tidak berjalan, kami harus berani mengakuinya," kata Ratna.

Dalam sesi diskusi, perwakilan media dari luar Jawa menyampaikan sejumlah tantangan, antara lain biaya internet yang tinggi, keterbatasan jumlah jurnalis, dan sulitnya menjangkau pengiklan lokal. Masukan itu dicatat sebagai bahan penyusunan program.

Pemimpin Redaksi Medan Bicara, Togar Simanjuntak, berharap jejaring MIO dapat membantu media daerah bertahan secara bisnis tanpa kehilangan independensi.

"Kami butuh mitra yang memahami kondisi daerah. Media kecil bukan berarti tidak bisa profesional," tutur Togar.

Menanggapi masukan tersebut, Rahmat menyebut MIO akan memprioritaskan pelatihan yang dapat diikuti secara daring agar media di luar Jawa tidak terbebani biaya perjalanan. Materi pelatihan juga akan direkam sehingga dapat dipelajari ulang oleh jurnalis yang berhalangan hadir.

Peserta rapat turut menyepakati jadwal pelaporan program setiap triwulan. Laporan akan memuat capaian, kendala, serta rencana perbaikan untuk periode berikutnya, dan dapat diakses seluruh media anggota melalui dasbor media.

Rapat ditutup dengan penandatanganan berita acara oleh pengurus. Rincian setiap program akan diumumkan bertahap melalui kanal resmi MIO, dimulai dengan program pelatihan yang pendaftarannya dibuka bulan ini.