MIO dan Universitas Nusa Cendekia Teken Kerja Sama Literasi Digital
MIO Indonesia dan Universitas Nusa Cendekia menandatangani nota kesepahaman kerja sama riset dan pendidikan literasi digital, termasuk program magang mahasiswa jurnalistik di media anggota MIO di berbagai daerah.
Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Umum MIO, Rahmat Hidayat, dan Rektor Universitas Nusa Cendekia, Prof. Hendra Gunawan Siregar, pada Selasa (20/10/2026) di kampus universitas tersebut.
Kerja sama ini mencakup tiga bidang, yaitu riset tentang pola konsumsi berita warganet, kelas literasi digital untuk masyarakat, serta magang mahasiswa di media anggota MIO.
"Perguruan tinggi punya kemampuan riset, sementara kami punya jejaring media di lapangan. Kalau digabungkan, hasilnya bisa langsung bermanfaat bagi pembaca," ujar Rahmat.
Magang di Media Daerah
Prof. Hendra menyebut program magang akan memberi pengalaman berbeda bagi mahasiswa. Selama ini, sebagian besar mahasiswa memilih magang di media besar di kota besar.
"Di media daerah, mahasiswa akan belajar semuanya, dari liputan, menyunting, hingga mengelola media sosial. Itu pengalaman yang sangat berharga," kata Prof. Hendra.
Pada tahap awal, sepuluh mahasiswa akan ditempatkan di lima media anggota mulai semester depan. Penempatan disesuaikan dengan minat mahasiswa dan kebutuhan redaksi.
Direktur Kemitraan MIO, Bagus Santoso Wibowo, menambahkan bahwa hasil riset bersama akan dipublikasikan secara terbuka. Data tersebut diharapkan membantu media anggota memahami kebiasaan pembacanya.
"Riset ini akan menjawab pertanyaan sederhana yang sering muncul di ruang redaksi: berita seperti apa yang sebenarnya dibutuhkan pembaca di daerah," tutur Bagus.
Kelas literasi digital akan menyasar pelajar, guru, dan kelompok masyarakat di sekitar kampus. Materi meliputi cara mengenali berita bohong, memeriksa sumber informasi, serta memahami perbedaan antara berita, opini, dan iklan.
Mahasiswa yang mengikuti program magang juga akan dilibatkan sebagai pendamping dalam kelas tersebut, sehingga mereka dapat berbagi pengalaman langsung dari ruang redaksi media daerah.
Kedua pihak sepakat mengevaluasi kerja sama setiap enam bulan. Kelas literasi digital pertama dijadwalkan berlangsung di kampus Universitas Nusa Cendekia pada awal tahun depan dan terbuka untuk umum tanpa biaya.
