MIO Tegaskan Setiap Ringkasan Berita Wajib Bertaut ke Media Sumber
MIO Indonesia menegaskan bahwa setiap berita yang tampil di layanan agregatornya hanya berupa ringkasan singkat yang selalu disertai tautan ke media sumber, sebagai bentuk penghormatan terhadap hak cipta media anggota.
Penegasan itu disampaikan Ketua Umum MIO, Rahmat Hidayat, pada Selasa (1/9/2026) di Jakarta, menanggapi pertanyaan sejumlah pengelola media yang berminat bergabung dengan jejaring MIO.
Rahmat menjelaskan, MIO tidak menyalin isi berita secara utuh. Media anggota mengirimkan judul, ringkasan, gambar, dan tautan berita asli. Pembaca yang ingin membaca lengkap akan diarahkan ke situs media tersebut.
"Berita adalah milik media yang membuatnya. Tugas kami membantu berita itu menemukan pembacanya," ujar Rahmat.
Ringkasan Disusun Media
Pemimpin Redaksi MIO, Andi Prasetyo Nugroho, menambahkan bahwa ringkasan disusun oleh media anggota sendiri, bukan oleh MIO. Redaksi MIO hanya memeriksa kelengkapan dan kepatuhan terhadap ketentuan, misalnya larangan judul yang menyesatkan.
"Kami memberi panduan agar ringkasan langsung menyebut siapa dan apa. Pembaca cukup membaca dua kalimat untuk tahu inti beritanya," kata Andi.
Menurut Andi, panduan itu juga melarang teks tempelan seperti keterangan sumber artikel atau ajakan membaca di situs lain di dalam judul. Hal ini untuk menjaga tampilan tetap rapi dan alamat berita mudah dibaca.
Setiap klik dari ringkasan ke situs sumber dicatat sebagai data kunjungan. Data tersebut dapat dipantau media anggota melalui dasbor dan menjadi salah satu dasar perhitungan bagi hasil.
Rahmat menyebut pendekatan ini sekaligus menjadi pembeda MIO dengan situs yang menyalin berita tanpa izin. Media anggota, katanya, tetap memegang kendali penuh atas berita yang mereka terbitkan.
Media anggota juga dapat menarik ringkasan beritanya kapan saja melalui dasbor media. Bila sebuah berita diralat atau dicabut di situs sumber, ringkasan di layanan agregator ikut diperbarui sehingga pembaca tidak menerima informasi yang sudah tidak berlaku. Ketentuan lengkap mengenai hal ini dimuat dalam perjanjian keanggotaan yang ditandatangani setiap media saat bergabung.
"Semakin banyak pembaca yang kami antar, semakin besar manfaat yang diterima media. Itu prinsip yang kami pegang sejak awal," tegas Rahmat.
