Lewati ke konten
Info Daerah

Bali Ekspres dan MIO Gelar Temu Pembaca, Bahas Masa Depan Berita Lokal

Bali Ekspres bersama MIO Indonesia menggelar temu pembaca di Denpasar yang mempertemukan redaksi dengan warga, pelaku usaha, dan mahasiswa untuk membahas kebutuhan informasi lokal di era media sosial.

Redaksi MIOSelasa, 22 September 2026 · 21:00 WIB2 menit baca
Redaksi Bali Ekspres dan pengurus MIO berdialog dengan pembaca di Denpasar.
Redaksi Bali Ekspres dan pengurus MIO berdialog dengan pembaca di Denpasar. (Dok. MIO)

Temu pembaca berlangsung pada Selasa (22/9/2026) di Denpasar dan dihadiri sekitar 60 peserta. Acara dibuka oleh Pemimpin Redaksi Bali Ekspres, I Made Surya Adnyana.

"Selama ini kami menulis untuk pembaca, tetapi jarang duduk bersama mereka. Malam ini kami ingin lebih banyak mendengar," ujar Made.

Peserta menyampaikan beragam masukan, mulai dari kebutuhan berita lalu lintas dan cuaca yang lebih cepat, liputan adat dan budaya yang lebih mendalam, hingga keluhan soal iklan yang mengganggu saat membaca berita di ponsel.

Pembaca Ingin Berita yang Bisa Dicek

Seorang mahasiswa peserta acara mengaku lebih sering membaca kabar dari grup percakapan dibanding situs berita. Namun, ia kerap ragu terhadap kebenaran kabar yang beredar di grup tersebut.

Sekretaris Jenderal MIO, Ratna Kusumawardani, yang hadir dalam acara itu, menilai keraguan pembaca justru menjadi peluang bagi media lokal yang bekerja dengan disiplin verifikasi.

"Pembaca sebenarnya mencari sumber yang bisa dipercaya. Media lokal harus hadir di tempat pembaca berada, tanpa meninggalkan standar jurnalistik," kata Ratna.

Ratna juga memperkenalkan layanan agregator MIO yang menampilkan ringkasan berita dari media anggota, termasuk Bali Ekspres. Menurutnya, layanan ini membantu pembaca menemukan media lokal yang kredibel.

Diskusi juga menyinggung peran pembaca dalam menjaga kualitas berita. Sejumlah peserta mengusulkan agar Bali Ekspres membuka saluran khusus untuk menerima laporan kekeliruan, sehingga ralat dapat dilakukan lebih cepat dan terbuka.

Usulan itu disambut baik oleh redaksi. Made menyebut saluran pengaduan pembaca akan disiapkan bersamaan dengan pembaruan halaman redaksi di situs Bali Ekspres.

Made menyatakan seluruh masukan akan dibahas dalam rapat redaksi. Beberapa perubahan, seperti mengurangi iklan yang menutupi layar, akan segera diterapkan.

"Masukan soal iklan itu kami terima dengan lapang dada. Pembaca nyaman, media juga yang untung," tutur Made.

Temu pembaca serupa direncanakan digelar setiap enam bulan dan dapat diikuti media anggota MIO lain di kota masing-masing.